Sabtu, 31 Juli 2010

Hapus Kesenjangan Pendidikan, Konkretkan Program Merger SD

Tahun Ini Fokus Benahi Gedung Sekolah

Dua tahun lalu pemkot bermimpi menghilangkan kesenjangan pendidikan di Surabaya. Istilah sekolah favorit dan nonfavorit akan dihapus. Mimpi itu kini mendekati kenyataan setelah pemkot mencanangkan program merger sekolah dasar (SD). Tahun ini program yang sudah berjalan tersebut didukung dengan kesiapan bangunan sekolah.

---

MENYANDANG status sebagai siswa SDN Kaliasin I selama ini dianggap lebih prestisius dibanding SDN Kaliasin II. Padahal, kedua sekolah itu berada dalam satu kompleks. Kesan itu timbul, salah satunya, karena jumlah siswa yang lebih banyak di SDN Kaliasin I. Selain itu, fasilitas sekolah di sana lebih lengkap.

Begitulah kondisi yang selama ini sering menimpa kebanyakan sekolah yang berada dalam satu lingkungaan (kompleks). Ketimpangan dari sisi fasilitas dan jumlah murid kerap terjadi. Itulah persoalan klasik yang tak lama lagi bakal diselesaikan pemkot melalui merger sekolah.

Rencananya, SDN Kaliasin I dan II dijadikan satu dengan nama SD Kaliasin. Kedua sekolah itu pun digelontor dana Rp 5,1 miliar untuk rehab gedung dan penambahan fasilitas. Tidak hanya SDN Kaliasin, beberapa SDN yang berada dalam satu kompleks akan diperlakukan sama.

Sesuai SK Wali Kota Surabaya Nomor 188.45/269/436.1.2/2009, setidaknya ada 80 SDN yang akan dimerger menjadi 33 sekolah. Untuk mendukung pengabungan itu, sejak 2009 pemkot mengalokasikan anggaran rehab fisik sekolah. Tahun ini rehab masih berjalan dan sejumlah anggaran pun ditambahkan hingga mencapai Rp 34,6 miliar. Anggaran sebesar itu dialokasikan untuk mewujudkan gedung dan fasilitas yang representatif.

Standar gedung dan fasilitas sekolah yang akan dimerger disiapkan sejak kepala Bappeko dijabat Tri Rismaharini. Standar tersebut, antara lain, bangunan SD yang memiliki laboratorium IPA, IPS, bahasa, komputer, matematika, dan wirausaha. Selain itu, sekolah akan dilengkapi fasilitas olahraga indoor, taman bermain, dan ruang terbuka hijau. Pemkot memasok tenaga pengelola pada fasilitas-fasilitas tersebut. Mulai satpam, cleaning service, hingga asisten laboratorium.

Kabid Fisik Sarana dan Prasarana Bappeko Erna Purnawati mengatakan, program merger tersebut tahun ini terus dilanjutkan. Dari 33 sekolah hasil merger, setidaknya ada 19 sekolah yang rehab fisiknya sudah dikerjakan, baik menggunakan APBD 2009 maupun 2010. Menurut Erna, pembangunan fisik sekolah merger yang didahulukan itu karena beberapa faktor. Yakni, kondisi gedung yang rusak, siswa yang overload (sehingga membutuhkan kelas baru), dan status tanahnya tidak bermasalah. ''Jadi, yang didahulukan itu berdasarkan kondisi dari pantauan di lapangan, bukan atas siapa yang mengusulkan,'' ujarnya. Erna melanjutkan, jumlah SD yang dimerger tersebut mungkin terus bertambah. Sebab, masih banyak sekolah yang berada dalam satu kompleks.

Sesuai data pemkot, jumlah SD di Surabaya mencapai 576 sekolah. Namun, jika dihitung berdasarkan lokasi sekolah, jumlahnya ada 312 sekolah. Ini berarti banyak SD di Surabaya yang terdapat dalam satu lokasi. ''Dengan penggabungan sekolah itu diharapkan kesenjangan pendidikan di Surabaya tidak terjadi lagi,'' paparnya. (gun/c2/oni)

sumber:detik.com

Cicih, "Jadi Guru Teladan Tingkat Nasional Adalah Tantangan"

TERPILIH menjadi guru taman kanak-kanak (TK) teladan tingkat nasional bagi Cicih Wartisah, S.Pd. tak terbayangkan sebelumnya. Meski hanya meraih juara dua, namun hal ini dinilai sangat membanggakan sekaligus tantangan. Betapa tidak, dalam kesehariannya, sosok pendidik ini mengaku belum bisa berbuat banyak untuk mengabdi karena masih banyak kekurangan.

"Terus terang saja, bagi saya terpilih jadi guru teladan tingkat nasional merupakan tantangan. Maklum, masih banyak yang harus digarap untuk memajukan pendidikan, terutama anak didik usia TK. Kendati ini membanggakan, saya tak ada apa-apanya," tutur Cicih kepada "GM" di TK Darul Hikam, Kompleks Rancaekek Kencana, Kec. Rancaekek, Kab. Bandung, Jumat (30/7).

Cicih yang terkesan ramah, sederhana, dan terbuka ini, mengabdi di TK Darul Kalam. Selain menjabat sebagai kepala sekolah (Kepsek)-nya, ia juga sering terjun langsung mendidik sekaligus membina anak-anak didiknya. "Jadi kepsek 'kan selain harus pintar memenej sekolah, juga tetap, sasaran utamanya 'kan anak didik sehingga sering saya terjun langsung mengajar, sekaligus membina anak-anak didik," katanya.

Perempuan berusia 39 tahun yang telah dikaruniai dua anak dan tinggal di Jln. Suplir II Kompleks Rancaekek Kencana ini, meraih juara II guru TK teladan tingkat nasional pada Agustus 2009. Saat itu, kata alumnus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung jurusan Administrasi Pendidikan (Adpen), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) ini, piagam dan hadiah atas prestasi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), M. Nuh. Selain menerima piagam, dirinya pun menerima uang tunai Rp 15 juta dan 1 laptop.

Cicih yang kini tengah menyelesaikan pascasarjana di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan Bandung ini, ternyata sebelumnya pun menjadi guru TK teladan I untuk tingkat Kab. Bandung dan Jabar. Sebagai guru TK teladan I untuk tingkat Jabar, ia menerima piagam dan hadiah berupa umrah dari Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan.

Ketika ditanya apa kiatnya hingga terpilih menjadi guru TK telatingkat nasional, menurut alumnus SPGN II Bandung angkatan 1990 yang diangkat menjadi PNS tahun 2009 ini, tidak ada kiat khusus. "Yang pasti saya mendidik dan memajukan anak-anak didik tanpa pamrih dan harus banyak belajar juga. Yang terpenting, guru harus benar-benar jadi teladan, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Seperti kata pepatah, guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Ini harus benar-benar dicamkan," ujarnya.

Ia berharap apa yang diraihnya kini akan jadi pemicu untuk terus belajar demi memajukan dunia pendidikan di Rancaekek dan Kab. Bandung. "Di Rancaekek ini banyak yang harus digarap untuk memajukan dunia pendidikan. Ini barangkali menjadi tantangan dan pekerjaan rumah bagi para pahlawan tanpa tanda jasa untuk mengabdi tanpa pamrih," katanya.

Ditanya terkait sertifikasi bagi guru-guru TK dan SD, wanita berkacamta minus ini mengaku mendukung program sertifikasi bagi guru TK dan SD. Alasannya, ini bisa motivasi bagi guru yang bersangkutan untuk meningkatkan kemampuan agar bisa maju, baik dari sisi wawasan ataupun bidang pendidikan lainnya.

Bahkan dalam program sertifikasi tersebut, para guru secara langsung akan terlibat konpetisi positif. Karena tantangan ke depan di dunia pendidikan Indonesia semakin berat. "Untung menjawab tantangan tersebut, ya tak ada jalan lain, harus menghadirkan guru-guru yang bisa diandalkan, cakap, dan penuh wawasan," katanya.

Untuk mendorong para guru agar bisa maju, tambahnya, mereka pun harus mendapat dukungan sejumlah pihak, baik dari lingkungan keluarga, masyarakat atau lingkungan sekolah di mana guru yang bersangkutan mengabdi. "Alhamdulillah, prestasi yang telah diraih pun berkat dukungan berbagai pihak, terutama keluarga," ujarnya. (yayan s./"GM")**

Cicih, "Jadi Guru Teladan Tingkat Nasional Adalah Tantangan"

TERPILIH menjadi guru taman kanak-kanak (TK) teladan tingkat nasional bagi Cicih Wartisah, S.Pd. tak terbayangkan sebelumnya. Meski hanya meraih juara dua, namun hal ini dinilai sangat membanggakan sekaligus tantangan. Betapa tidak, dalam kesehariannya, sosok pendidik ini mengaku belum bisa berbuat banyak untuk mengabdi karena masih banyak kekurangan.

"Terus terang saja, bagi saya terpilih jadi guru teladan tingkat nasional merupakan tantangan. Maklum, masih banyak yang harus digarap untuk memajukan pendidikan, terutama anak didik usia TK. Kendati ini membanggakan, saya tak ada apa-apanya," tutur Cicih kepada "GM" di TK Darul Hikam, Kompleks Rancaekek Kencana, Kec. Rancaekek, Kab. Bandung, Jumat (30/7).

Cicih yang terkesan ramah, sederhana, dan terbuka ini, mengabdi di TK Darul Kalam. Selain menjabat sebagai kepala sekolah (Kepsek)-nya, ia juga sering terjun langsung mendidik sekaligus membina anak-anak didiknya. "Jadi kepsek 'kan selain harus pintar memenej sekolah, juga tetap, sasaran utamanya 'kan anak didik sehingga sering saya terjun langsung mengajar, sekaligus membina anak-anak didik," katanya.

Perempuan berusia 39 tahun yang telah dikaruniai dua anak dan tinggal di Jln. Suplir II Kompleks Rancaekek Kencana ini, meraih juara II guru TK teladan tingkat nasional pada Agustus 2009. Saat itu, kata alumnus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung jurusan Administrasi Pendidikan (Adpen), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) ini, piagam dan hadiah atas prestasi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), M. Nuh. Selain menerima piagam, dirinya pun menerima uang tunai Rp 15 juta dan 1 laptop.

Cicih yang kini tengah menyelesaikan pascasarjana di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan Bandung ini, ternyata sebelumnya pun menjadi guru TK teladan I untuk tingkat Kab. Bandung dan Jabar. Sebagai guru TK teladan I untuk tingkat Jabar, ia menerima piagam dan hadiah berupa umrah dari Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan.

Ketika ditanya apa kiatnya hingga terpilih menjadi guru TK telatingkat nasional, menurut alumnus SPGN II Bandung angkatan 1990 yang diangkat menjadi PNS tahun 2009 ini, tidak ada kiat khusus. "Yang pasti saya mendidik dan memajukan anak-anak didik tanpa pamrih dan harus banyak belajar juga. Yang terpenting, guru harus benar-benar jadi teladan, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Seperti kata pepatah, guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Ini harus benar-benar dicamkan," ujarnya.

Ia berharap apa yang diraihnya kini akan jadi pemicu untuk terus belajar demi memajukan dunia pendidikan di Rancaekek dan Kab. Bandung. "Di Rancaekek ini banyak yang harus digarap untuk memajukan dunia pendidikan. Ini barangkali menjadi tantangan dan pekerjaan rumah bagi para pahlawan tanpa tanda jasa untuk mengabdi tanpa pamrih," katanya.

Ditanya terkait sertifikasi bagi guru-guru TK dan SD, wanita berkacamta minus ini mengaku mendukung program sertifikasi bagi guru TK dan SD. Alasannya, ini bisa motivasi bagi guru yang bersangkutan untuk meningkatkan kemampuan agar bisa maju, baik dari sisi wawasan ataupun bidang pendidikan lainnya.

Bahkan dalam program sertifikasi tersebut, para guru secara langsung akan terlibat konpetisi positif. Karena tantangan ke depan di dunia pendidikan Indonesia semakin berat. "Untung menjawab tantangan tersebut, ya tak ada jalan lain, harus menghadirkan guru-guru yang bisa diandalkan, cakap, dan penuh wawasan," katanya.

Untuk mendorong para guru agar bisa maju, tambahnya, mereka pun harus mendapat dukungan sejumlah pihak, baik dari lingkungan keluarga, masyarakat atau lingkungan sekolah di mana guru yang bersangkutan mengabdi. "Alhamdulillah, prestasi yang telah diraih pun berkat dukungan berbagai pihak, terutama keluarga," ujarnya. (yayan s./"GM")**

Jumat, 30 Juli 2010

Kurikulum

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan:



Peningkatan imam dan takwa;
Peningkatan akhlak mulia;
Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik;
Keragaman potensi daerah dan lingkungan;
Tuntutan pembangunan daerah dan nasional;
Tuntutan dunia kerja;
Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sen;
Agama;
Dinamika perkembangan global; dan
Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.


Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat:



Pendidikan agama;
Pendidikan kewarganegaraan;
Bahasa;
Matematika;
Ilmu pengetahuan alam;
Ilmu pengetahuan sosial;
Seni dan budaya;
Pendidikan jasmani dan olahraga;
Keterampilan/kejuruan; dan
Muatan lokal


Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansi nya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar , dan propinsi untuk pendidikan menengah.

Ternyata, UNS Tertinggi Kedua Jumlah Pendaftar SNMPTN di Indonesia

Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mendata sedikitnya ada 500-an formulir di data base yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Tahun ini penyelenggaraan SNMPTN Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dilaksanakan secara full online artinya pendaftar dapat mengisi data pada formulir hingga pembayaran secara online di lokasi tempat tinggal peserta. Selain itu, peserta dapat mencetak kartu ujian SNMPTN tersebut secara mandiri.

Namun demikian, Rektor UNS, Prof Dr Much Syamsulhadi dr Sp.KJ (K) mengatakan meskipun belum terdata seluruhnya ada sedikitnya 500-an formulir yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan. Indikasi kesalahan seringkali terdapat pada cara menggunggah dan memasang foto hingga ketika memasukkan indentitas diri.

“Kesalahannya ada dua, memasukkan identitas diri dan mengunggah foto diri,” jelasnya pada acara jumpa pers di UNS, Selasa (25/5).

Syamsulhadi mengatakan, jumlah pendaftar hingga pukul 12.00 WIB lalu tercatat 33.132 orang, angka tersebut merupakan tertinggi nomer dua seIndonesia setelah Universitas Hasanudin, Makasar dengan jumlah pendaftar 36.869. Sementara untuk tren program studi yang diminati peserta di antaranya Kedokteran, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Komunikasi, Akuntansi dan Pendidikan Matematika.

“Persaingan seleksi cukup ketat salah satunya di beberapa program studi FKIP,” jelasnya

sumber: solopos.com

Informasi Penting SNMPTN 2010

SNMPTN merupakan satu-satunya pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh seluruh Perguruan Tinggi Negeri dalam satu sistem yang terpadu dengan menggunakan soal yang sama atau setara dan diselenggarakan secara serentak. SNMPTN 2010 tetap dilaksanakan dalam semangat untuk memperluas akses masyarakat di seluruh Indonesia untuk dapat masuk ke perguruan tinggi negeri. Untuk menjamin kredibilitas seleksi, Panitia SNMPTN 2010 berupaya keras untuk meningkatkan mutu pelaksanaannya. Salah satu bentuk perbaikan dan penyempurnaan mekanisme pelaksanaan SNMPTN 2010 adalah diterapkannya sistem pendaftaran secara online untuk pertama kalinya. Secara umum, informasi-informasi penting mengenai pelaksanaan SNMPTN Tahun 2010 adalah sebagai berikut :

Pelaksanaan Ujian SNMPTN 2010
Waktu Pelaksanaan Ujian
Ujian tulis SNMPTN 2010 akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 16 Juni 2010 untuk jenis ujian Tes Potensi Akademik dan Tes Bidang Studi Dasar, dan hari Kamis, 17 Juni 2010 untuk jenis ujian Tes Bidang Studi IPA dan Tes Bidang Studi IPS. Sementara itu, Ujian dan Tes Keterampilan akan dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu, tanggal 18 dan 19 Juni 2010.

Pengumuman Hasil Ujian
Hasil ujian diumumkan di website SNMPTN 2010 yang dapat diakses pada hari Sabtu, 17 Juli 2010 mulai pukul 00.00 WIB.

Pendaftaran SNMPTN 2010
Waktu Pendaftaran
Pendaftaran dilaksanakan secara online melalui internet sehingga dapat dilakukan dari manapun mulai tanggal 2 Mei 2010 pukul 08.00 WIB sampai dengan 31 Mei 2010 pukul 16.00 WIB. Pendaftaran susulan secara on-line dibuka kembali pada tanggal 10-12 Juni 2010 yang dilaksanakan bagi lulusan SMA/MA/SMK/MAK yang mengikuti UN ulangan.

Persyaratan Pendaftaran
Persyaratan bagi peserta ujian SNMPTN 2010 adalah Lulus Ujian Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara tahun 2008, 2009 dan 2010, sehat, dan tidak buta warna bagi program studi tertentu. Sementara persyaratan penerimaan perguruan tinggi adalah lulus ujian Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional, lulus SNMPTN 2010, sehat dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN penerima.

Cara pendaftaran
Secara umum tata cara pendaftaran SNMPTN 2010 secara online adalah sebagai berikut :

Calon peserta membayar biaya ujian di BANK MANDIRI melalui Loket/ATM/Internet Banking.
Setelah melakukan pembayaran, calon peserta akan menerima bukti pembayaran yang berisi: (a) Nomor Identitas calon peserta, dan (b) PIN SNMPTN sepanjang 16 karakter. Nomor Identitas dan PIN SNMPTN ini bersifat sangat rahasia dan tidak boleh diperlihatkan pada orang lain.
Calon peserta melakukan pendaftaran secara online (melalui Internet) dengan mengunjungi alamat website SNMPTN 2010.
Setelah melakukan pendaftaran secara online, calon peserta akan menerima Kartu Bukti Pendaftaran yang telah ditandatangani berlaku sebagai Kartu Tanda Peserta SNMPTN 2010 yang harus dibawa ketika mengikuti ujian.
Peserta ujian dapat memilih Program Studi di setiap PTN di luar wilayah tempat peserta mengikuti ujian. Tempat ujian tidak merupakan kriteria penerimaan, sehingga peserta ujian tidak perlu mengikuti ujian di tempat Program Studi atau Perguruan Tinggi Negeri yang menjadi pilihannya. Peserta dapat memilih lokasi ujian yang dikehendaki.
Biaya Pendaftaran
Biaya pendaftaran SNMPTN 2010 tidak berubah dibandingkan SNMPTN 2009 yaitu Rp. 150.000,- untuk kelompok ujian IPA/IPS dan Rp. 175.000,- untuk kelompok ujian IPC.

Pusat Informasi SNMPTN 2010
Situs resmi SNMPTN 2010 adalah http://www.snmptn.ac.id. Segala informasi mengenai SNMPTN 2010 dapat diakses melalui situs web tersebut.
Alamat Panitia Pelaksana SNMPTN 2010 adalah Gedung Andi Hakim Nasoetion Rektorat IPB lantai 2 Kampus IPB Darmaga, Bogor. Telp. (0251) 8622634, 8622635; Fax. (0251) 8622708; e-mail: panitia@snmptn.ac.id

Heboh:ICW Akan Adukan Mendiknas ke Presiden

Pengeloaan Dana RSBI Tertutup
ICW Akan Adukan Mendiknas ke Presiden

Senin, 21 Juni 2010 10:26 WIB
Penulis : Aryo Bhawono

JAKARTA–MI: Indonesian Corruption Watch (ICW) akan adukan Menteri Pendidikan Nasional M Nuh ke Presiden. Pasalnya, Kementerian Pendidikan Nasional tidak mau terbuka soal laporan pengelolaan dana Rintisan Sekolah Berbasis Internasional (RSBI) dan Sekolah Berbasis Internasional (SBI).

Peneliti ICW Febri Diansah menyatakan bahwa pengaduan ini dilakukan dengan dasar UU Kebebasan Informasi Publik. UU KIP mulai berlaku efektif sejak 1 Mei 2010. Namun ketika ia meminta laporan pengelolaan anggaran RSBI dan SBI, Kementerian Pendidikan tidak memberikan data tersebut.

‘Padahal menurut UU KIP, mereka harus memenuhi permintaan laporan ini karena RSBI dan SBI mulai dilakukan sejak 2006. Bahkan Kementerian Pendidikan tidak memiliki Pejabat Penanggung Jawab Informasi dan Dokumentasi (PPID),’ ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, Senin (21/6).

Febri menuturkan bahwa pengaduan akan dilakukan setelah permintaan laporan dilayangkan pekan lalu dan tidak mendapat respon apa pun. Mereka akan memberikan waktu 10 hari kepada Kementerian Pendidikan Nasional untuk memberikan data tersebut.

Mereka juga menuturkan bahwa jika presiden juga tidak memberikan respon, ICW akan mengajukan sebagai perkara informasi publik.
Sumber: Media Indonesia Online

Bagaimanakah Menjadi Guru Privat yang Baik

Jadi guru tidak mudah. Apalagi jadi guru privat. Memang kalau dilihat dari jumlah murid lebih sedikit dibanding tempat kursus atau sekolah. Tapi, tanggung jawabnya sama saja. Bahkan bisa jadi lebih besar. Mengapa? Karena ketika kita menjadi guru privat, kita begitu dekat dengan murid. Tidak hanya itu, kita juga jadi dekat dengan orang tuanya, orang-orang yang ada di rumahnya. Memang, para orang tua biasanya tidak di rumah, tetapi kakak atau adik si murid, pembantunya, omnya dan mungkin tantenya juga ada di rumah. Mereka ‘mengawasi’ kita, cara mengajar, penampilan dan bagaimana kita pedekate dengan si murid.

Jadi, performance mengajar kita sangat dipertaruhkan. Belum lagi jadi guru privat adalah bentuk dari pelayanan kepada pelanggan. Berarti sekali saja kita tidak memuaskan, misal:datang terlambat, tidak menguasai materi, cara mengajar tidak enak, pedekate kurang, tidak komunikasi, tidak memberikan laporan kemajuan siswa secara berkala, maka habislah riwayat kita.

Oleh karena itu, sebelum hal-hal buruk menimpa kita, lebih baik kita mengkaji ulang apa yang dimaksud dengan guru privat ideal. Sebelum kita menyesal dan merugi karena tidak mendapat uang tambahan yang menggiurkan setiap bulannya.
Lalu, apa saja kriteria guru privat ideal itu?

Berikut pengalaman seorang guru privat, sebut saja Brait, yang sudah menjadi guru privat selama 15 tahun. Wow! Menurut wanita yang sudah berumur 30 tahun ini, menjadi guru privat sama dengan menjadi sahabat sekaligus bagian dari anggota keluarga si murid. Mengapa? Karena kita datang ke rumahnya, mengajar di kamar murid atau kadang di ruang tamu atau makan, yang bisa dibilang tempat itu privasi sekali. Biasanya yang datang berkunjung adalah seorang tamu dan biasanya mereka duduk di ruang tamu dan tidak diperkenankan ke ruang lain seperti guru privat.

Tapi sebagai guru privat, kita berada di tempat yang sangat privasi misalnya kamar murid. Kita sama saja seperti keluarga mereka yang sedang berkunjung. Kita pun dipercaya penuh. Meski, ada sebagian keluarga yang sangat mengawasi si guru privat. Tak hanya itu, sebagai guru privat, kita dianggap mampu meningkatkan nilai si anak. Lebih jauhnya, dianggap bisa dan diharapkan mampu memotivasi si anak.

Tak jarang, murid privat lebih suka dengan cara guru privatnya di rumah dalam menerangkan soal atau pelajaran ketimbang gurunya di sekolah. Betapa tidak, jika privat, maka perhatian pun tercurah pada si murid seorang. Permasalahannya dalam sebuah materi atau pelajaran segera teratasi. Persoalannya adalah, bisakah si guru ngeklik dengan si murid dan sebaliknya?

Belajar berdua, maka kepandaian interpersonal antara guru terhadap murid diperlukan. Jika murid suka, maka pembelajaran akan oke. Tapi sebaliknya, jika tidak maka buyarlah semua yang diharapkan pada proses pembelajaran ini.

Jadi intinya, si guru mesti pintar-pintar membawa diri, baik terhadap murid juga dengan personil rumah lainnya. Selain itu, datang tepat waktu juga masih menjadi hal yang sangat sering dilanggar di negeri kita ini. Tidak cukup sampai disitu, penguasaan materi dan cara penyampaian juga benar-benar menjadi ujung tombak dari profesi gur privat.

Tidak lucu kan, kalau kita ditodong dengan materi-materi yang kita kewalahan menjawab karena tidak prepare. Jadi, jangan asal ambil kesempatan mengajar privat. Tanya lagi pada diri, anda sanggup tidak mengajar materi tersebut.

Anda menguasai materi itu atau tidak. Hal ini perlu karena kadang-kadang sebagai guru privat, materi yang ditanyakan tidak melulu hal yang sedang dipelajari. Kadang murid bertanya materi lalu, materi yang akan datang, bahkan materi-materi di luar pelajaran yang seharusnya. Nah, kalau sudah begini, benar kan..jadi guru mesti pintar selain yang utama mereka harus bisa digugu dan ditiru.

Selain itu, menurut Brait, menjadi guru privat berarti juga menjadi motivator bagi si murid termasuk dalam mencapai kemajuan murid yang diajar. Dengan apa? Melalui progress report yang kita serahkan pada orang tua murid. Agar si orang tua sejauh mana perkembangan kemajuan anaknya. Memang tidak selamanya setelah privat lalu laksana orang main sulap, maka si anak akan menjadi pintar atau bergerak ke arah yang dimaksud. Tapi setidaknya, ada perkembangan. Kalaupun ada kekurangan bisa dikaji dan dianalisa bersama antar orang tua dan guru privat. Jadi, tidak hanya menyampaikan materi dan berkomunikasi dengan anak, tapi si guru juga mesti bisa menjelaskan perkembangan anak didiknya dan berkomunikasi dengan orang tua murid.

Inilah yang menyebabkan Brait, mampu bertahan lama jika mengajar privat. Brait tidak lagi mengajar muridnya karena muridnya memang pindah ke luar negeri karena harus melanjutkan kuliah. Brait tidak pernah mengajar muridnya dalam kurun waktu yang sebentar. Tapi bertahun-tahun karena si murid dan orang tua bahkan para pembantu di rumah tersebut menyukainya.

Lalu, bagaimana dengan anda? Sudahkah anda seperti Brait? Sst…jangan khawatir, ini bukan mematahkan semangat anda sebagai guru privat. Tapi, ada baiknya kita sama-sama instropeksi diri dan lebih profesional. Bangga kan, kalau kita jadi guru privat yang oke dan dicintai murid. Seperti Brait bilang, “Serasa gimana gitu rasanya, ketika datang disambut murid dengan antusias dan menerima ucapan, “I love you miss, because you teach me lots of things. You know, you are smart and beautiful!”
Nah..nah..jangan mau kalah sama Brait. Ayo..jadilah guru privat ideal.

sumber : http://www.indoocean.com

guru privat surabaya

anda butuh guru privat di daerah surabaya.????????

kami lembaga bimbingan belajar suprauno menawarkan jasa les privat untuk semua jenjang pendidikan baik tk, sd, smp, dan sma. kami melayani semua mata pelajaran yaitu amtematika ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, biologi,kimia, fisika, geografi, sejarah, ppkn, bahasa jawa, bahasa arab, bahasa inggris, komputer dan lain lain.

kami berkantor di jaln kedungtarukan baru 4b no 15 surabaya. silahkan hubungi kami di no 83314333.